Kadang, hal paling membingungkan ketika memulai artikel dalam sebuah blog adalah saat dimana kita harus memikirkan kalimat pembuka dalam suatu artikel agar artikel dalam blog tersebut menarik dan mendapatkan respon awal yang baik dari pembaca. Kali ini dalam artikel yang aku tulis akan membahas tentang bagaimana dan apa harapanku untuk PLN. Tema blog yang sangat simple namun memiliki arti yang sangat besar dan tersimpan manfaaat yang sangat berguna untuk kita semua.
Oke, aku rasa sedikit kalimat di atas dapat dijadikan kalimat pembuka untuk artikel kali ini.
PLN. Apasih PLN?, banyak diantara kita yang hanya sekedar tahu tentang PLN dalam arti yang sangat simple (PLN = Listrik ), memang tidaklah salah pendapat tersebut. PLN, Perusahaan Listrik Negara, yang katanya adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang mengurusi masalah listrik yang digunakan oleh semua masyarakat Indonesia. Pada paragraf ini mungkin kita akan membahas secara singkat tentang PLN terlebih dahulu, seluk-beluknya. “Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkitan tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dimulai sejak perusahaan swasta Belanda NV. NIGM memperluas usahanya di bidang tenaga listrik, yang semula hanya bergerak di bidang gas. Kemudian meluas dengan berdirinya perusahaan swasta lainnya. Motto PT PLN (Persero): Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik - Electricity For A Better Life. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_Listrik_Negara ”
Sebagai salah satu BUMN yang mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap ketersediaan listrikan di Indonesia, tidak ada salahnya kalau aku menyimpan begitu banyak harapan untuk PLN. Berikut adalah beberapa harapan yang bisa disampaikan lewat blog sederhana ini, siapa tahu dengan harapan-harapan tersebut akan menjadi masukan bagi pihak PLN dalam menyelenggarakan listrik untuk masyarakat Indonesia. Berikut adalah harapan-harapanku :
Bebas dari Praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
Harapanku yang paling penting yang akan dibahas adalah berkaitan dengan komitmen PLN untuk menjalankan praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Memang tidak bisa dipungkiri kalau kesempatan untuk berbuat korupsi dalam pengadaan jaringan PLN sangatlah besar, mulai dari pemungutan dana yang kurang masuk akal sampai pengadaan peralatan PLN yang kurang sesuai dengan yang kita harapkan. Kadang praktik-praktik korupsi seperti ini terlihat jelas ketika kita berurusan langsung dengan pihak-pihak PLN, misalnya saat pemasangan listrik pada rumah tangga, pelayanan atau sevice kelistrikan ketika listrik mati, sampai dengan pengecekan yang dilakukan oleh pihak PLN yang dilakukan dari rumah-kerumah.
Untuk hal seperti ini aku pun punya pengalaman yang mungkin bisa aku ceritakan, di kampungku pernah ada beberapa rumah yang mencoba “memaling listrik” atau apalah istilahnya. Jadi intinya mereka memotong aliran listrik yang ada di jaringan PLN sehingga mereka tidak perlu bayar listrik walaupun kenyataannya mereka memakainya, memang langkah “memaling listrik” adalah tindakan yang ilegal dan merugikan, selain itu mereka pun harus membayar denda karena sudah menggunakan listrik secara ilegal. Hal-hal seperti itu bisa saja terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pihak PLN, karena mereka kurang mengerti bagaimana prosedur untuk melakukan pemasangan instalasi listrik, dan lebih memilih menggunakan jasa PLN nakal yang membantu instalasi dengan memasang listrik secara ilegal, dan lagi-lagi dengan adanya jasa PLN nakal ini citra PLN sebagai sarang korupsi pun sangat besar.
Berhubungan dengan oknum-oknum PLN nakal , aku harap PLN bisa menindak tegas oknum-oknum yang bertindak di luar jalur PLN yang bisa mengakibatkan citra PLN semakin buruk. Penegasan kepada oknum-oknum PLN pun perlu dilakukan dengan memberitahukan aturan-aturan yang terdapat di PLN agar mereka mengerti apa tugas mereka dan apa yang tidak boleh mereka lakukan dan memberikan hukuman yang membuat mereka jera apabila melanggar aturan-aturan tersebut.
Penyeleksian yang ketat dalam merekrut pegawai pun perlu dilakukan oleh pihak PLN, agar nantinya pegawa-pegawai ataupun oknum-oknum yang diberikan tugas tidak menyalah gunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Karena bisa saja dengan asal pilih pegawai membuat rasa tanggung jawab mereka menjadi rendah, sehingga mudah dan rentan melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan korupsi dan tindakan-tindakan buruk lainnya.
Good Corporate Governance (GCG)
Corporate Governance dapat didefinisikan sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain (pemegang saham, kreditor, pemasok, pelanggan, pegawai perusahaan, pemerintah dan masyarakat yang berinteraksi dengan perusahaan). Sumber: http://www.zebranusantara.co.id/governance.htm
Good Corporate Governance atau dalam bahasa indonesianya “tata kelola perusahaan yang baik” ini bisa saja tercipta dengan memberlakukan aturan-aturan yang harus dipegang teguh oleh para pegawai dan seluruh struktural PLN dan memberikan sangsi yang berat pada siapa saja yang melanggar peraturan tersebut sehingga akan timbul efek jera.
Aku sangat mengharapkan Good Corporate Governance ini bisa tercipta dalam sistem perusahaan besar seperti PLN ini. Karena jika Good Corporate Governance bisa tercipta dengan baik, tidak hanya para pemegang saham saja yang mendapatkan keuntungan, namun para pelanggan, pegawai perusahaan, pemerintah dan masyarakat yang terhubung dengan perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan. Sebab tujuannya sudah jelas, selain mengejar nilai saham perusahaan dan mengangkat citra perusahaan juga untuk mencapai tujuan dari perusahaan yang berorientasi pada visi dan misi perusahaan itu sendiri.
Jadi untuk PLN, sebelum melihat keluar sebaiknya dilihat dulu sistem yang ada di dalam badan PLN. Apakan sudah tercipta “Good Corporate Governance” sesuai yang diharapkan atau belum, karena walaupun citra dari luar terlihat baik kalau perusahaan tidak mendapat tata kelola yang baik akan percuma ( atau istilahnya usaha yang dilakukan untuk menciptakan citra yang baik selama ini menjadi sia-sia ).
PLN Lebih Merata Sampai ke Pelosok Daerah
Aku bersyukur karena masa dewasaku sudah difasilitasi dengan fasilitas yang diberikan oleh PLN, meskipun sewaktu kecil aku masih merasakan kegelapan dunia tanpa listrik, tepatnya waktu aku masih di bawah 6 tahunan dan sekarang aku sudah berumur 21 tahun. Namun, tidak semua daerah mendapatkan fasilitas dari PLN, yang sangat sangat penting di era yang semua peralatan harus membutuhkan sambungan listrik ini. Beberapa kampung dari kampungku pun belum mendapatkan sentuhan hangat dari PLN, bahkan waktu aku singgah di salah satu rumah kenalan ayah ku di kampung tersebut mereka hanya menggunakan lilin sebagai pusat penerangan dan beberapa rumah hanya menggunakan lampu yang bahan bakarnya menggunakan minyak tanah. Aku paham mungkin karena kampung tersebut terletak jauh di pelosok. Namun alangkah baiknya kalau pihak PLN memberikan fasilitas yang sama dengan yang berada di daerah perkotaan agar mereka bisa menikmati terangnya dunia ini. Aku sangat berharap kepada PLN untuk tidak menganak tirikan daerah perkampungan, terutama daerah perkampungan yang jauh dari perkotaan (pelosok). Karena waktu ku tanya kepada beberapa orang di sana, mereka sangat menginginkan keberadaan listrik dan bersedia membayar untuk pengadaan fasilitas tersebut.
Tidak hanya menjadi harapanku pribadai, mungkin pengadaan listrik ayng menyeluruh sampai kepelosok Indonesia adalah harapan semua warga negara ini. Agar tidak ada kesenjangan yang tercipta, karena kebanyakan BUMN lebih mengedepankan fasilitas yang ada di daerah perkotaan dari pada daerah-daerah terpencil.
PLN Lebih Bersosialisasi
Meski memakai produk PLN hampir setiap detiknya, dan bisa dikatakan “hidupku hampa tanpa PLN”. namun jarang sekali aku berpartisipasi bahkan mendengar sosialisasi dari pihak PLN kepada para pelanggannya. Okelah bisa dibilang aku aktif di media sosial dan hampir 24 jam bisa online tanpa halangan sehingga aku bisa mencari berbagai berita terkait PLN, atau mengikuti postingan-postingan PLN di media sosial dan aku mendapatkan manfaat dan informasi-informasi terkait PLN ini. Tapi apakah iya hanya di media online saja sosialisasi dari PLN ini, dan aku kira media online belum secara maksimal penggunaannya di Indonesia, sehingga hampir sebagian besar masyarakat tidak bisa secara realtime mendapatkan informasi terkait PLN. Harapan besar pun sangat aku harapkan atas sosialisasi dari pihak PLN kepada para pelanggannya misalkan saja dengan penayangan iklan dalam media televisi yang lebih sering dan rutin atau dengan cara mendatangi setiap daerah-daerah khususnya daerah perkampungan untuk bersosialisasi. Sosialisasi bisa dilakukan dalam rangka memberitahu kepada para pengguna PLN untuk bisa menghemat penggunaan listrik dalam rumah tangga, sehingga nantinya akan tercipta penghematan yang tidak perlu lagi melakukan pemadaman bergilir. Atau sosialisasi bagaimana cara menangani pihak-pihak PLN yang jahil yang menggunakan jabatan sebagai oknum PLN untuk kepentingan pribadi yang bisa menimbulkan korupsi, karena tanpa adanya sosialisasi akan membuat masyarakat bingung harus mengadu kemana sehingga masyarakat lebih memilih untuk mendiamkannya.
Salah satu sosialisasi paling penting adalah sosialisasi tentang pengadaan listrik. Sosialisasi tentang pengadaan listrik sepertinya menjadi salah satu agenda yang perlu dilakukan lebih luas lagi, karena sebagian masyarakat umum yang ingin mengadakan jaringan listrik untuk rumahnya kadang harus dikenakan beban yang lumayan mahal, dan minimnya transparansi dari pihak PLN membuat masyarakat berfikir akan tindakan korupsi yang telah terjadi pada saat pemasangan instalasi listrik, yang lagi-lagi ini bisa merusak dan membuat citra PLN menjadi buruk akibat pandangan praktik korupsi.
Jangan Sampai Ada Pemadaman Bergilir
Mungkin pemadaman bergilir adalah salah satu cara bagi PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masa depan, namun ini adalah cara yang paling dibenci oleh para pemakai jasa PLN. Ibaratnya kita sudah bayar mahal-mahal jasa PLN namun kita tidak mendapatkan fasilitas yang maksimal dari PLN.
Banyak Cara Lain mendapatkan Listrik, Namun PLN masih yang yang berjasa terhadap kelistrikan sehari-hari. Dengan pengadaan pemadaman bergilir yang terlau sering membuat ku berfikir untuk menggunkan sistem listrik tenaga surya, namun sayangnya daya yang dihasilkan masih kurang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga PLN masih lah pilihan nomor satu dalam hal pengadaan listrik. Karena semakin banyaknya alat-alat modern yang membutuhkan listrik dalam penggunaannya membuat ku sangat berharap banyak pada PLN untuk menghentikan sistem pemadaman bergilir ini. Setidaknya berilah sosialisasi kepada masyarakat pengguna jasa PLN untuk bisa menghemat listrik, misalkan mematikan lampu-lampu dan peralatan yang menggunakan listrik saat tidak digunakan. Langkah kecil seperti ini bisa berakibat fatal kalau tidak ditangani. Bayangkan seandainya sosialisasi tentang penghematan listrik ini bisa berjalan dengan baik, saya yakin pihak PLN tidak akan kekurangan daya dalam memenuhi kebutuhan para pelanggannya. Semoga barang-barang elektronik ku tidak lagi mendapatkan shock akibat listrik yang hidup-mati hidup-mati.
PLN menjadi lebih baik
Harapanku yang paling klimaks adalah harapanku untuk PLN menjadi lebih baik. Entah bagaimana caranya yang pasti aku ingin sekali melihat sistem dalam PLN bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan juga selalu memerhatikan kebutuhan untuk konsumen yang sudah membayar untuk mendapatkan fasilitas yang maksimal serta pengadaan listrik yang merata untuk seluruh rakyat Indonesia di manapun keberadaannya, baik di kota – desa – ataupun di daerah pelosok.
Memaksimalkan Perayaan Hari Listrik Nasional
Tepat pada tanggal 27 Oktober 2012 nanti kita akan memperingati Hari Listrik Nasional yang merupakan moment paling berharga khususnya bagi PLN. Di Hari Listrik Nasional tahun ini saya harapkan agar tidak hanya menjadi hari peringatan saja, melainkan bisa digunakan secara maksimal untuk memperbaiki kinerja yang kurang di tahun sebelumnya dan meningkatkan semangat kerja untuk tahun tahun berikutnya. Selain itu semoga dengan adanya peringatan Hari Listrik Nasional ini bisa membantu masyarakat lebih kenal lagi kepada PLN dan penyebaran jaringan listrik PLN semakin luas sampai ke pelosok-pelosok Indonesia.
Ayo kita dukung PLN
Harapan terakhir ini tidak hanya ku tujukan untuk PLN saja, namun semua kalangan umum khususnya yang menggunakan jasa dari PLN. Bagi semuanya, kita jangan hanya menuntut PLN memenuhi kebutuhan kita, kita juga harus membantu PLN dalam menghemat persediaan listrik untuk masa depan. Misalnya dengan mematikan peralatan-peralatan yang menggunakan listrik ketika dalam keadaan tidak terpakai. Sebab jika kita tidak bisa bekerja sama dalam penanganan listrik ini, maka sangat sulit untuk tercipta sistem yang saling menguntungkan diberbagai pihak. Tanpa ada dukungan dari berbagai pihak, sangat minim kemampuan PLN untuk menangani semuanya.
Oke, tiba lah di mana kalimat penutup harus mulai di ucapkan. Dengan harapan-harapan yang aku ungkapkan mungkin sebagian atau bahkan semua bisa menjadi wakil dari seluruh pengguna jasa PLN dan pihak-pihak terkait pengadaan jasa PLN untuk mandapatkan layanan yang maksimal dan lebih baik lagi. Harapan terakhir, semoga harapan-harapanku ini tidak hanya dibaca namun diimplementasikan dan di terapkan untuk mencapai “Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik”.
Dalam artikel blog ini memang hampir tidak aku berikan gambar-gambar atau sekedar ilustrasi karena memang sulit untuk mencari gambar yang pas untuk dijadikan ilustrasi untuk harapan-harapan saya sehingga saya membiarkannya polos, Maaf Ya. Dan sebagai permintaan maaf saya lampirkan sebuah video untuk sekedar hiburan, aku berikan tayangan yang menurutku layak untuk ditonton. Selamat Menonton.





